Sabtu, 28 April 2018

GEJALA DEMAM BERDARAH (DBD)

 GEJALA YANG SERING TERJADI
  • suhu mendadak tinggi 39 - 40 C selama 2 - 7 hari
  • terkadang diikuti timbulnya bintik-bintik merah pada permukaan kulit
  • dapat disertai pendarahan  hidung
  • kadang-kadang terjadi muntah darah dan buang air besar
  • sering terasa nyeri ulu hati
  • penderita sering gelisah, tangan dan kaki dingin dan berkeringat

TINDAKAN RINGAN  UNTUK MENOLONG
  • cek secara berkala suhu badan penderita dengan menggunakan thermometer 
  • bila suhu masih tinggi beri penderita minum sebanyak mungkin 
  • kompres dengan air es
  • beri obat penurun panas jika perlu
  • bawa segera ke dokter ato puskesmas atau rumah sakit, bila suhu badan tidak menurun, terutama jika penderita tampak gelisah atau kaki tangan terasa dingin.

Sabtu, 04 November 2017

Alprazolam Dosis Aman, dan efek Sampingnya bagi Kesehatan

Alprazolam adalah obat yang termasuk jenis benzodiazepine yakni obat yang bekerja dengan memengaruhi zat kimia otak yang mungkin menjadi tidak seimbang pada seseorang dengan gangguan kecemasan.

Obat alprazolam digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan, gangguan panik, dan kecemasan yang disebabkan oleh depresi. Kinerjanya membuat pasien merasa jadi lebih tenang dan bisa dikonsumsi secara teratur.


 Obat ini hanya boleh digunakan sesuai petunjuk dokter. Jangan melebihi atau mengurangi dosis atau menggunakan lebih lama dari jangka waktu yang sudah ditetapkan.


Umumnya, anjuran untuk dosis maksimal dari pasien mencapai 4 mg setiap harinya. Namun rata-rata dokter hanya akan menganjurkan resep dosis sekitar 0.25 mg sampai 0.5 mg yang dikonsumsi sehari 2 atau 3 kali. Secara bertahap, dosis akan diturunkan atau mungkin ditingkatkan berdasarkan pemantauan dokter pada pasien yang mengonsumsinya.

Konsumsi dosis aman alprazolam wajib dikonfirmasikan dulu pada dokter atau  yang menangani. Masalahnya karena efek samping yang bisa terjadi di luar perkiraan. Jadi, aturan konsumsi obat ini tak bisa dilakukan sembarangan, sesuai resep dokter, dikonsumsi pada jam yang sama setiap harinya, dan kalau sudah menunjukkan arah kesembuhan wajib dikurangi. Pengurangan dosis ini dilakukan secara bertahap karena Alprazolam mempunyai sifat adiktif dan dikhawatirkan akan menimbulkan ketergantungan yang parah dari pihak pasien.

Jangan gunakan alprazolam bila Anda sedang hamil. Obat ini dapat menyebabkan cacat lahir atau gejala penarikan yang mengancam nyawa bayi yang baru lahir. Karena itu beritahukanlah kepada dokter jika Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil.

Alprazolam dapat tersalurkan melalui ASI dan membahayakan bayi yang menyusui. Anda tidak boleh mengonsumsi obat ini jika sedang dalam masa menyusui. Selain itu, obat ini tidak diperbolehkan digunakan oleh siapapun yang berusia di bawah 18 tahun.

 

Efek Samping Alprazolam

Cari pertolongan medis apabila Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi terhadap alprazolam: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan pada wajah, lidah, mulut, atau tenggorokan.

Obat ini memiliki sejumlah efek samping yang bisa semakin membahayakan pasien jika tak dipantau dan dikendalikan oleh dokter. Meski sudah menunjukkan tanda-tanda kesembuhan, berhentinya konsumsi secara mendadak pun bisa menimbulkan risiko bagi pasien. Alprazolam memang termasuk dalam kategori obat keras dengan efek pemakaian yang juga tinggi.

Selain itu, efek samping alprazolam cenderung berbeda-beda pada setiap orang yang mengonsumsinya. Namun ada sejumlah efek samping yang kemungkinan besar terjadi selama konsumsi Alprazolam seperti berikut:

  • Sering mengantuk

    Rasa mengantuk ini timbul berlebihan dan kerap menganggu aktivitas pasien. Efek samping ini termasuk lumrah karena kategori Alprazolam sebagai obat keras, dan pengaruhnya pada keseimbangan tubuh.

  • Pusing

    Efek samping lainnya adalah pusing yang sering terjadi mendadak.

  • Air liur berlebihan

    Produksi kelenjar air liur pun menjadi berlebihan selama konsumsi obat ini.

  • Peningkatan atau penurunan gairah seksual

    Ada dua kecenderungan dari efek ini yaitu peningkatan atau bahkan penurunan gairah seksual. Tergantung dari kondisi pasien itu sendiri.

  • Perubahan suasana hati

    Yang paling sering terjadi adalah efek samping berupa perubahan emosi tak menentu. Fungsi dari Alprazolam sebagai obat anti depresan yang dikonsumsi justru bisa menimbulkan efek samping semacam ini.

  • Gangguan ingatan

    Paling parah ialah efek samping berupa gangguan ingatan pada pasien yang mengonsumsinya. Konsumsi tak wajar bisa menimbulkan efek samping ini misalnya dosis berlebihan atau jam konsumsi yang tak teratur.

Mengingat efek sampingnya yang sangat kuat, konsumsi obat ini harus benar-benar dipantau. Bahkan sebelum menggunakanya, dokter akan mengecek dulu riwayat kesehatan pasien. Nantinya akan dipastikan apakah pasien punya kecenderungan alergi terhadap obat kategori benzodiazepine.

Kalau telat mengonsumsi pada jam yang ditentukan, segeralah meminumnya. Tapi jangan sekali-kali menggantinya dengan takaran dosis yang berlebih di jadwal jam konsumsi berikutnya. Penghentian konsumsi secara tiba-tiba juga sangat dilarang karena bisa menimbulkan efek kejang-kejang pada pasien. Sekiranya hendak menghentikan pemakaian obat ini, konsultasikan dahulu pada dokter yang menanganinya.




 

Asisten Apoteker atau Tenaga Teknis Kefarmasian ??

UU No. 36 tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan: Tereleminasinya  Asisten Apoteker Dari Tenaga Teknis Kefarmasian

 

Pemerintah telah mengeluarkan UU No. 36 tahun 2014  Tentang Tenaga Kesehatan. Banyak perubahan yang menyangkut Tenaga Kesehatan  pada UU yang baru ini, di antaranya menyangkut posisi asisten apoteker di pelayanan kefarmasian,

UU Tenaga Kesehatan yang baru ini mendefinisikan Tenaga Kesehatan sebagai setiap orang yang mengabadikan diri dalam bidang kesehatan serta  memiliki pengetahuan dan/ atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
Tenaga Kesehatan dikelompokkan ke dalam tenaga medis (dokter, dokter gigi, dokter spesialis dan dokter gigi spesialis), tenaga psikologi klinis, tenaga keperawatan, tenaga kebidanan, tenaga kefarmasian, Tenaga Kesehatan masyarakat, Tenaga Kesehatan lingkungan, tenaga gizi, tenaga keterapian fisik, tenaga keteknisan medis, tenaga teknik biomedika, Tenaga Kesehatan tradisional , dan Tenaga Kesehatan lain.
Untuk setiap orang  yang mengabadikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/ atau ketrampilan melalui pendidikan bidang kesehatan namun pendidikannya di bawah jenjang diploma tiga  disebut Asisten Tenaga Kesehatan. Asisten Tenaga Kesehatan tersebut hanya dapat bekerja di bawah supervisi  Tenaga Kesehatan. Asisten apoteker yang lulus SMK Farmasi dengan demikian dikelompokkan sebagai Asisten Tenaga Kesehatan.
Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga kefarmasian menurut UU Tenaga Kesehatan ini adalah apoteker dan tenaga teknis kefarmasian (Diploma D3). Tenaga teknis kefarmasian meliputi sarjana farmasi, ahli madya farmasi, dan analis farmasi.
Permenkes 889 tahun 2011 pada Bab I (Ketentuan Umum) menyatakan  Tenaga Teknis Kefarmasian adalah tenaga yang membantu Apoteker dalam menjalankan pekerjaan kefarmasian, yang terdiri atas Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi, Analis Farmasi dan Tenaga  Menengah Farmasi/Asisten Apoteker.
Karena termasuk Tenaga Teknis kefarmasian, sejak 2011, setiap asisten apoteker yang akan dan telah bekerja di apotek/ pelayanan kefarmasian harus memiliki STRTTK (Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian) dan SIKTTK (Surat Izin Kerja Tenaga Teknis Kefarmasian). Izin tersebut diurus di Dinas Kesehatan kabupaten/ Kota tempat asisten apoteker tersebut bekerja.
Menurut UU No. 36 tahun 2014  Tentang Tenaga Kesehatan, posisi Asisten apoteker  berubah.  Asisten Apoteker tidak lagi disebut Tenaga Kesehatan tetapi masuk sebagai Asisten Tenaga Kesehatan. Asisten apoteker tidak dimasukkan tenaga kesehatan karena pendidikannya di bawah D3.
Karena bukan Tenaga Kesehatan konsekuensinya Asisten Apoteker tidak dapat memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR) Tenaga Kesehatan. Penjelasan pasal 11 ayat 6  Draft UU Tenaga Kesehatan menyebut Tenaga Teknis Kefarmasian meliputi sarjana farmasi, ahli madya farmasi, dan analis farmasi. Karena tidak termasuk Tenaga Teknis Kefarmasian, asisten apoteker tidak perlu lagi mengurus STRTTK dan SIKTTK apabila bekerja di apotek.
Dimana dan bagaimana posisi asisten apoteker di apotek nanti?
Bila dilihat dari fungsi membantu apoteker di apotek, tampaknya tidak ada yang berubah . Dalam PP 51 dan Permenkes 889 wewenang dan tanggung jawab pekerjaan kefarmasian tidak berada pada asisten apoteker, tetapi  berada pada apoteker. Wewenang yang  tampaknya lenyap  adalah wewenang asisten apoteker pada tempat-tempat tertentu seperti tertera pada PP 51 pasal 21 ayat 3: Dalam hal di daerah terpencil tidak terdapat apoteker, Menteri dapat menempatkan Tenaga Teknis Kefarmasian yang memiliki STRTTK pada sarana pelayanan kesehatan dasar yang diberi wewenang untuk meracik dan menyerahkan obat kepada pasien. Karena bukan lagi Tenaga Teknis Kefarmasian tentu berdampak hilangnya wewenang melaksanakan pekerjaan kefarmasian pada tempat-tempat tertentu tersebut.

 

 

Minggu, 01 Oktober 2017

TTK (Tenaga Tak Kelihatan)




Apa itu Pil PCC

Pil PCC (Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol) tengah menjadi buah bibir karena telah menelan satu korban jiwa serta puluhan korban lain yang tergeletak di rumah sakit di Sulawesi. Mirisnya, penyalahgunaan obat ini justru banyak di kalangan pelajar

Sebenarnya, apa itu pil PCC?
Ini adalah campuran obat yang terdiri atas paracetamol, caffeine, dan carisoprodol. PCC bekerja menghambat sinyal nyeri dari tulang belakang dan otak.

Campuran paracetamol dan caffeine telah banyak diketahui dan diperjualbelikan secara bebas untuk meredakan nyeri. Keduanya tidak berpotensi menimbulkan bahaya yang serius, atau tidak termasuk dalam kategori obat keras.

Sedangkan carisoprodol merupakan muscle relaxant yang digunakan untuk meredakan rasa tidak nyaman akibat nyeri akut muskuloskeletal pada orang dewasa. Obat ini tidak boleh digunakan dalam jangka waktu yang lama. Biasanya dokter hanya menyarankan dua hingga tiga minggu pemakaian

Pil PCC termasuk obat keras yang tidak diperjualbelikan secara bebas. Artinya, Anda memerlukan izin serta resep dokter.

Carisoprodol banyak disalahgunakan untuk drug abuse, kejahatan, dan hal lainnya. Penyalahgunaan carisoprodol menimbulkan risiko overdosis yang dapat menyebabkan hipotensi, kejang, halusinasi, gangguan kesadaran atau koma, depresi nafas dan sistem saraf pusat, serta kematian.

Minggu, 12 Oktober 2014

manfaat daun bawang

Merdeka.com - Daun bawang banyak ditemukan sebagai bahan pelengkap dari sebuah masakan. Bahkan banyak yang menggunakan daun bawang sebagai penghias suatu masakan.

Namun tahukah Anda bahwa daun bawang juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh? Seperti dilansir dari magforwomen.com, daun bawang bermanfaat untuk peningkatan kesehatan kulit, rambut, pencernaan, dan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Selain manfaat tersebut, berikut adalah manfaat lain dari daun bawang untuk kesehatan.

Sumber zat besi
Kandungan zat besi yang ada di dalam daun bawang baik untuk menjaga kesehatan sel-sel darah merah, meningkatkan kesehatan hemoglobin, dan mampu memperkuat sel jaringan di tubuh.

Memiliki kandungan serat yang baik
Tingginya kandungan serat yang ada di dalam daun bawang baik untuk kesehatan pencernaan Anda. Serat juga baik untuk mencegah Anda dari resiko sembelit.

Tinggi akan kalium
Siapa yang menyangka bahwa daun bawang juga tinggi akan kalium? Kalium bermanfaat untuk mengatur kadar cairan tubuh, mengurangi masalah jantung, dan mencegah kram otot.

Baik untuk kesehatan jantung
Suatu senyawa bernama cycloaliin yang ditemukan di dalam daun bawang bermanfaat untuk melindungi jantung Anda dari berbagai macam penyakit. Senyawa ini juga berfungsi untuk mengencerkan darah dan mengurangi resiko penyakit aterosklerosis.

Mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Daun bawang yang sering ditambahkan dalam sup bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah tubuh Anda dari pilek, demam, dan flu.

Rendah kalori
Daun bawang merupakan termasuk jenis sayur-sayuran, sehingga daun bawang rendah akan kalori.

Tinggi akan anti oksidan
Daun bawang memiliki zat anti oksidan yang bernama quercetin dan kemferfol yang baik baik untuk kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan.

Memiliki sifat anti diabetes
Daun bawang mengandung phyto-kimia yaitu allium dan alil disulfida yang memiliki sifat anti diabetes. Zat ini membantu mencegah degradasi insulin dalam tubuh dan meningkatkan metabolisme glukosa.

Baik digunakan untuk mengobati cacingan
Apabila buah hati Anda menderita cacingan, jangan ragu untuk memberikan daun bawang sebab daun bawang mampu digunakan untuk mengobati cacingan.

Mampu mengobati infeksi
Daun bawang memiliki sifat anti bakteri, anti jamur, dan anti virus sehingga baik untuk mengobati infeksi dan luka yang ada di dalam tubuh.

Ternyata di balik bentuknya yang kecil, daun bawang menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh Anda. Jadi jangan buang daun bawang yang ada di dalam suatu masakan!

Selasa, 28 Agustus 2012

Narkoba dalam Pandangan Kesehatan


Sebagian besar masyarakat sudah tahu bagaimana dampak buruk narkoba terhadap kesehatan melalui berbagai penyuluhan di berbagai media cetak. Akan tetapi tetap saja ada kasus yang muncul bahkan beberapa tokoh masyarakat pun ikut menjadi korbannya. Padahal sebagian besar pengguna narkoba tahu dampak buruk narkoba baik sebelum menggunakannya maupun setelah kecanduan. Sebagai seorang muslim, jangan sampai kita menghancurkan kehidupan kita di dunia yang hanya sebentar ini dengan narkoba. Sehingga merana di dunia dan di siksa pedih lagi di akhirat. Allah Ta’ala berfirman,
وَلاَ تُلْقُواْ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” [QS. Al-Baqarah: 195]
Dan untuk lebih memudahkan dalam tulisan ini, kami akan membuat seperti semacam ringkasan ringan .
Apa itu narkoba?
  • Narkoba adalah singkatan Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya
  • Istilah lainnya adalah Napza [Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif]. Istilah ini banyak dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi.
  • Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa,mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
  • Narkotika lebih berbahaya dan pemakai narkotika sulit untuk melepaskan ketergantungannya karena:
    1. Memiliki daya adiksi (ketagihan) yang sangat berat
    2. Memiliki daya toleran (penyesuaian)
    3. Memiliki dan daya habitual (kebiasaan) yang sangat tinggi
  • Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Lebih sering digunakan oleh dokter untuk mengobati gangguan jiwa
  • Bahan adiktif lainnya adalah zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan. [UU No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika] bahan ini merupakan bisa mengarahkan atau sebagai jalan adiksi terhadap narkotika.
Macam-macam narkoba
A. Narkotika
1.Narkotika Golongan I
-narkotika yang paling berbahaya dengan daya adiktif yang sangat tinggi
-contohnya: ganja, heroin,kokain, morfin, opium
2. Narkotika Golongan II
-memiliki daya adiktif kuat, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian.
-Contoh: benzetidin, betametadol, petidin dan turunannya
3. Narkotika Golongan III
-memiliki daya adiktif atau potensi ketergantungan ringan dan dapat dipergunakan untuk terapi atau pengobatan dan penelitian.
-contohnya: kodein dan turunannya, metadon, naltrexon dan sebagainya.
B. Psikotropika
1. Golongan I
-daya adiktifnya yang sangat kuat, dilarang digunakan untuk terapi dan hanya untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan
-contohnya: MDMA/ekstasi, LSD dan STP. MDMA / Ecstasy LSD (Lysergic Acid Diethylamide)
2. Golongan II
-daya adiktifnya kuat, akan tetapi berguna untuk pengobatan dan penelitian
-contohnya: amfetamin, metilfenidat atau ritalin.
3. Golongan III
-daya adiksinya sedang dan berguna untuk pengobatan dan penelitian
Contohnya: lumibal, buprenorsina, pentobarbital, Flunitrazepam
4. Golongan IV
-daya adiktifnya ringan serta berguna untuk pengobatan
-contohnya: nitrazepam (BK,mogadon, dumolid), diazepamdan
C. Bahan Adiktif
Contohnya: Rokok, alcohol, thinner, lem kayu, penghapus cair, aseton, cat, bensin dan lain sebagainya.
Dampak narkoba terhadap kesehatan
Pengaruh narkoba secara umum ada tiga:
1. Depresan
-menekan ataumemperlambat fungsi systemsaraf pusat sehingga dapat mengurangi aktivitas fungsional tubuh.
-dapat membuat pemakai merasa tenang, memberikan rasa melambung tinggi, member rasa bahagia dan bahkanmembuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri
2. Stimulan
-merangsang systemsaraf pusat danmeningkatkan kegairahan (segar dan bersemangat) dan kesadaran.
-Obat ini dapat bekerja mengurangi rasa kantuk karena lelah, mengurangi nafsu makan, mempercepat detak jantung, tekanan darah dan pernafasan.
3. Halusinogen
-dapat mengubah rangsangan indera yang jelas serta merubah perasaan dan pikiran sehingga menimbulkan kesan palsu atau halusinasi.
Keluhan umum bagi kesehatan badan:
-Terganggunya fungsi otak
-Daya ingat, menurun
-sulit berkonsentrasi;
-Suka berkhayal;
-Intoksikasi (keracunan)
-Overdosis
-Gejala Putus Zat
-Gangguan perilaku/mental-sosial
Keluhan khusus bagi kesehatan badan:
-berat badan turun drastis
-mata terlihat cekung dan merah
-muka pucat
-bibir kehitam-hitaman
-buang air besar dan kecil kurang lancar
-sakit perut tiba-tiba
-batuk dan pilek berkepanjangan
-sering menguap
-mengaluarkan keringat berlebihan
-Mengalami nyeri kepala
Setiap bahan narkoba mempunyai gejala-gejala khsusus masing-masing:
A. Opiat (heroin, morfin, ganja)
- perasaan senang dan bahagia
- acuh tak acuh (apati)
- malas bergerak
- mengantuk
- rasa mual
- bicara cadel
- pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)
- gangguan perhatian/daya ingat
B. Ganja
- rasa senang dan bahagia
- santai dan lemah
- acuh tak acuh
- mata merah
- nafsu makan meningkat
- mulut kering
- pengendalian diri kurang
- sering menguap/ngantuk
- kurang konsentrasi
- depresi
C. Amfetamin (shabu, ekstasi)
- kewaspadaan meningkat
- bergairah
- rasa senang, bahagia
- pupil mata melebar
- denyut nadi dan tekanan darah meningkat
- sukar tidur/ insomnia
- hilang nafsu makan
D. Kokain
- denyut jantung cepat
- agitasi psikomotor/gelisah
- euforia/rasa gembira berlebihan
- rasa harga diri meningkat
- banyak bicara
- kewaspadaan meningkat
- kejang
- pupil (manik mata) melebar
- tekanan darah meningkat
- berkeringat/rasa dingin
- mual/muntah
- mudah berkelahi
- psikosis
- perdarahan darah otak
- penyumbatan pembuluh darah
- nystagmus horisontal/mata bergerak tak terkendali
- distonia (kekakuan otot leher)
E. Alkohol
- bicara cadel
- jalan sempoyongan
- wajah kemerahan
- banyak bicara
- mudah marah
- gangguan pemusatan perhatian
- nafas bau alkohol
F. Benzodiazepin (pil nipam, BK, mogadon)
- bicara cadel
- jalan sempoyongan
- wajah kemerahan
- banyak bicara
- mudah marah
- gangguan pemusatan perhatian
Gangguan prilaku dan psikologis:
-malas
-sering melupakan tanggung jawab
-jarang mengerjakan tugas-tugas rutinnya
-menunjukan sikap tidak peduli
-menjauh dari keluarga
-mencuri uang di rumah, sekolah, ataupun tempat pekerjaan
-menggadaikan barang-barang berharga di rumah
-sering menyendiri
-menghabiskan waktu ditempat-tempat sepi dan gelap, seperti di kamar tidur, kloset, gudang, atau kamar mandi
-bersikap manipulatif
-sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan
-sering mengalami mimpi buruk
Overdosis (OD) Narkoba:
-Terjadi apabila tubuh mengabsorbsi obat lebih dari ambang batas kemampuannya (lethal doses)
-akibat proses toleransi tubuh terhadap obat yang terjadi terus menerus
-Gejalanya:
1. Penurunan kesadaran
2. Frekuensi pernafasan kurang dari 12 kali per menit
3. Pupil miosis
4. Riwayat pemakaian morfin atau heroin mempunyai ciri yang khas yakni tanda bekas jarum suntik
Dampak tidak langsung narkoba:
-banyak uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan perawatan
-Dikucilkan dalam masyarakat dan pergaulan orang baik-baik dan bersikap anti sosial.
-Keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga yang memakai zat terlarang.
-Kesempatan belajar hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari sekolah atau perguruan tinggi
-Tidak dipercaya lagi oleh orang lain karena umumnya pecandu narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal..
-Bisa dijebloskan ke dalam tembok derita / penjara yang sangat menyiksa lahir batin
Sumber: rangkuman beberapa artikel di situs resmi Badan Narkotika Nasional www.bnn.go.id dan sumber lainnya.