Selasa, 10 Mei 2011

OBAT-OBAT PSIKOTROPIKA DAN ZAT-ZAT BERBAHAYA LAINNYA

OBAT-OBAT PSIKOTROPIKA DAN ZAT-ZAT BERBAHAYA LAINNYA
Yang dimaksudkan dengan obat-obat berbahaya adalah berbagai macam jenis obat yang diproduksi untuk keperluan dunia medis untuk pengobatan. Karena daya kerjanya obat-obat tersebut sangatlah keras, sehingga penggunaannyapun harus melalui resep dokter.
Obat-obat dimaksud jika disalahgunakan akan berpengaruh dan merusak psikis maupun fisik dari si pemakai dan mengakibatkan ketergantungan sebagai mana narkotika lainnya.
Sedangkan zat-zat berbahaya mempunyai pengertian zat-zat yang tidak termasuk golongan narkotika maupun obat-obat berbahaya tetapi mempunyai pengaruh dan efek merusak fisik dan psikis seseorang jika disalahgunakan sebagaimana penggunaan narkotik maupun obat-obatan berbahaya lainnya. Kebanyakan zat-zat ini termasuk golongan halusinogen yaitu seperti LSD, Psylocybin (cendawan), Maskalin (cactus), gasoline, dan glue sniffing sebangsa lem.
Untuk jenis obat-obatan berbahaya sebagaimana disebutkan diatas pada umumnya dibagi menjadi 3 golongan yaitu depressant, stimulant, dan hallucinogen
A. DEPRESANT
Pada umumnya membuat pusat saraf menjadi pasif. Obat-obatan tersebut bekerja sangat mempengaruhi aktivitas otak dan urat saraf santral. Obat ini terkenal dengan sebutan sebagai obat penenang atau obat tidur.
Yang termasuk golongan depresant antara lain adalah Choral Hydrat, Barbiturat, Gluethehimeide, Methaqualon, Benzoida Zepin, Narkotika golongan opiat. Sedangkan yang biasanya disalahgunakan para remaja adaah Rohynol Magdon, Staurodorm, Valium 5, Cosadon.
Secara medis obat-obatan tersebut dapat berguna untuk membantu mengurangi rasa cemas dan gelisah, meredakan ketegangan jiwa, pengobatan darah tinggi dan epilepsi, merangsang untuk segera tidur.
B. STIMULANT
Pada umumnya membuat pusat saraf menjadi sangat aktif. Obat ini sangat efektif menimbulkan rangsangan. Oleh karena itu lebih dikenal dengan sebutan obat perangsang. Termasuk dalam golongan stimulant adalah Amphetamin, Phenmetrazin, Methyl Phenidat, Kokaina.
Dalam golongan ini yang biasanya sering disalahgunakan adalah jenis Amphetamin. Kebiasaan menggunakan obat yang terus menerus akan menimbulkan ketergantungan dan toleransi menuntut peningkatan dosis. Akibat pemakaian obat ini akan mempunyai efek kekurangan gizi, penyakit saraf, mudah panik mudah kena infeksi, rusaknya sel-sel otak dan dapat menyebabkan gila.
Dalam dunia pengobatan, Amphetamin dipergunakan untuk menghilangkan rasa lelah, menambah nafsu makan, menghilangkan depresi, obat tidur, memlihara kestabilan darah selama pembedahan, dan mencegah rasa shok karena poembedahan.
C. HALLUCINOGEN
Obat-obatan ini dapat menimbulkan halusinasi atau daya khayal yang kuat yaitu salah persepsi tentang lingkungan dan dirinya, baik pendengaran, penglihatan, maupun perasaan. Termasuk jenis ini adalah LSD (Lysegic Acid Diethylamide). Obat ini memberikan daya khayal yang kuat. LSD sebesar 50 microgram saja akan dapat membawa daya khayal bagi pemakainya selama hampir 16 jam.
Dalam dunia pengobatan dipergunakan untuk membuat sistem kerja susunan syaraf. Penyalahgunaan obat ini akan menimbulkan anak mata yang mengecil, suhu badan yang merendah, detak jantung yang bertambah, mabok dan mual.
Jenis lainnya adalah Phencyclidine dengan singkatan PCP. Dalam dunia kedokteran dipergunakan untuk anesthesi. Dipasaran gelap banyak beredar obat ini yang diproduksi oleh laboratorium-laboratorium gelap. Sebagai efek dari penyalahgunaan obat ini adalah
-) adanya perasaan yang melayang-layang
-) hilang perhatian kepada lingkungan sekitarnya
-) berat badan tidak terasa
-) bentuk tubuh terasa berkurang
Meskalin dan Peyote, Amphetamine, Psilocybin dan Psillocyn sesuai efek farmakologis termasuk juga golongan obat-obatan Halusinogen.

Rabu, 27 April 2011

Istilah yang sering jumpa pada obat dan farmasi

BSO = Bentuk Sediaan Obat

BS = Bentuk Sediaan

Inst. Fa.RS = Instalasi Farmasi Rumah Sakit

SO = Sediaan Obat

P = Pediatrik (Anak-anak)

A = Adult (dewasa)

F = Forte (Fortior = penuh, lebih besar)

G = Geriatric (orang lanjut usia)

Syr = Syrupus

Cap = Capsula

Capl = Caplet (tablet berupa capsul)

Dry syr = Sirup kering

DS = Double strength (kekuatan belipat ganda)

SR = Sustained release (lepas lambat)

Eye drops = Tetes mata

Ear drops = Tetes telinga

Nasal drops = Tetes hidung

Oculenta = Salap mata

Top = Topikal (Kulit)

Unguenta = Zalaft, salap, salep

Epithema = Obat kompres kulit (topikal)

Gargarisma = Collutorium, obat kumur

Antidote = Penawar racun

Antiseptic = Antiseptis, pemusnah hama

Derivate = Turunan, generasi

Granule = Butir, butiran

Retention = Retensi, tambatan, tertahan

Enteral = saluran pencernaan

Pan-enteral = diluar saluran pencernaan.

Per-oral = melalui mulut terus ke aesofagus dan saluran

pencernaan.

Inplantasi = penggunaan obat dibawah kulit (menanam, mendepot)

dengan membedah bagian kecil kulit secara steril

Jumat, 22 April 2011

SEJARAH OBAT

Obat merupakan semua zat baik kimiawi, hewani, maupun nabati dalam dosis yang layak dapat menyembuhkan, meringankan atau mencegah penyakit serta gejalanya.

Obat Nabati
Kebanyakan obat yang digunakan di masa lalu adalah obat yang berasal dari tanaman. Dengan cara coba-mencoba, secara empiris orang purba mendapatkan pengalaman dengan berbagai macam daun atau akar tumbuhan untuk mengobati penyakit. Pengetahuan ini secara turun-temurun disimpan dan dikembangkan, sehingga muncul ilmu pengobatan rakyat, seperti pengobatan tradisional jamu di Indonesia.

Munculnya obat kimiawi sintesis
Pada permulaan abad ke-20, obat-obat kimia sintesis mulai tampak kemajuannya, dengan ditemukannya obat-obat termashyur, yaitu salvarsan dan aspirin sebagai pelopor, yang kemudian disusul oleh sejumlah obat lain. Pendobrakan sejati baru tercapai dengan penemuan dan penggunaan kemoterapeutika sulfatilamid (1935) dan penisilin (1940). Sebetulnya, sudah lebih dari dua ribu tahun diketahui bahwa borok bernanah dapat disembuhkan dengan menutupi luka menggunakan kapang-kapang tertentu, tetapi baru pada tahun 1928 khasiat ini diselidiki secara ilmiah oleh penemu penisilin Dr. Alexander Fleming.

Sejak tahun 1945 ilmu kimia, fisika dan kedokteran berkembang pesat (misalnya: sintesa kimia, fermentasi, teknologi rekombinan DNA) dan hal ini menguntungkan sekali bagi penelitian sistematis obat-obat baru. Beribu-ribu zat sintetik telah ditemukan, rata-rata 500 zat mengakibatkan perkembangan revolusioner di bidan farmakoterapi. Kebanyakan obat kuno ditinggalkan dan diganti dengan obat-obat mutakhir.

DEFINISI ILMU FARMASI

Analisis Klinik
Analisis Jamu
Analisis Kandungan Tumbuhan Obat
Analisis Makanan
Anatomi & Fisiologi Manusia
Anatomi & Fisiologi Tumbuhan
Aromaterapi
Bahan Aditif
Bahan Obat Kelautan
Bioanalisis
Biofarmasetika
Biokimia
Biologi Molekuler
Biologi Sel
Bioteknologi Farmasi
Efek Samping Obat Alam
Ekologi Tumbuhan
Etnofarmasi
Farmakoekonomika
Farmakoepidemiologi
Farmakognosi
Farmakokimia
Farmakokinetika
Farmakokinetika Klinik
Farmakologi Dasar
Farmakologi Klinik
Farmakologi Molekuler
Farmakologi Umum
Farmakoterapi
Farmakoterapi Endokrin & Sistem Hormon
Farmakoterapi Infeksi & Tumor
Farmakoterapi Sistem Pencernaan & Pernafasan
Farmasetika Dasar
Farmasi Fisik
Farmasi Klinik
Farmasi Sosial
Fitoterapi
Fotokimia Obat
Histopatologi
Imunologi Farmasetik
Khemotaksonomi
Kimia Analisis
Kimia Bahan Pangan
Kimia Farmasi Anorganik
Kimia Farmasi Dasar
Kimia Lingkungan & Pengolahan Limbah
Kimia Medisinal
Kimia Organik
Kimia Polimer
Konseling Farmasi
Kosmetika Alami
Kosmetologi
Kromatografi
Kultur Jaringan Tanaman
Manajemen Farmasi Industri
Manajemen Farmasi Rumah Sakit
Manajemen Farmasi Rumah Sakit
Metodologi & Desain Penelitian
Mikrobiologi Farmasi
Naskah Obat Tradisional
Nutrisi
Parasitologi
Patologi Klinik
Patologi Umum
Pelayanan Farmasi
Pengobatan Alternatif
Perbekalan Steril
Produk Alami Kelautan
Produk Suplemen
Protein Farmasetik
Radiofarmaka
Rekayasa Antibodi
Spektrofotometri
Spektrofotometri
Stabilitas Obat
Statistika Farmasi
Teknologi & Formulasi Sediaan Cair-Semi Padat
Teknologi & Formulasi Sediaan Steril
Teknologi Fermentasi
Teknologi Fitofarmasetik
Teknologi Gena Farmasetik
Teknologi Kimia
Teknologi Sediaan Farmasi
Toksikologi
Vitamin & Hormon
Zat Warna Alami