Minggu, 12 Oktober 2014

manfaat daun bawang

Merdeka.com - Daun bawang banyak ditemukan sebagai bahan pelengkap dari sebuah masakan. Bahkan banyak yang menggunakan daun bawang sebagai penghias suatu masakan.

Namun tahukah Anda bahwa daun bawang juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh? Seperti dilansir dari magforwomen.com, daun bawang bermanfaat untuk peningkatan kesehatan kulit, rambut, pencernaan, dan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Selain manfaat tersebut, berikut adalah manfaat lain dari daun bawang untuk kesehatan.

Sumber zat besi
Kandungan zat besi yang ada di dalam daun bawang baik untuk menjaga kesehatan sel-sel darah merah, meningkatkan kesehatan hemoglobin, dan mampu memperkuat sel jaringan di tubuh.

Memiliki kandungan serat yang baik
Tingginya kandungan serat yang ada di dalam daun bawang baik untuk kesehatan pencernaan Anda. Serat juga baik untuk mencegah Anda dari resiko sembelit.

Tinggi akan kalium
Siapa yang menyangka bahwa daun bawang juga tinggi akan kalium? Kalium bermanfaat untuk mengatur kadar cairan tubuh, mengurangi masalah jantung, dan mencegah kram otot.

Baik untuk kesehatan jantung
Suatu senyawa bernama cycloaliin yang ditemukan di dalam daun bawang bermanfaat untuk melindungi jantung Anda dari berbagai macam penyakit. Senyawa ini juga berfungsi untuk mengencerkan darah dan mengurangi resiko penyakit aterosklerosis.

Mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Daun bawang yang sering ditambahkan dalam sup bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah tubuh Anda dari pilek, demam, dan flu.

Rendah kalori
Daun bawang merupakan termasuk jenis sayur-sayuran, sehingga daun bawang rendah akan kalori.

Tinggi akan anti oksidan
Daun bawang memiliki zat anti oksidan yang bernama quercetin dan kemferfol yang baik baik untuk kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan.

Memiliki sifat anti diabetes
Daun bawang mengandung phyto-kimia yaitu allium dan alil disulfida yang memiliki sifat anti diabetes. Zat ini membantu mencegah degradasi insulin dalam tubuh dan meningkatkan metabolisme glukosa.

Baik digunakan untuk mengobati cacingan
Apabila buah hati Anda menderita cacingan, jangan ragu untuk memberikan daun bawang sebab daun bawang mampu digunakan untuk mengobati cacingan.

Mampu mengobati infeksi
Daun bawang memiliki sifat anti bakteri, anti jamur, dan anti virus sehingga baik untuk mengobati infeksi dan luka yang ada di dalam tubuh.

Ternyata di balik bentuknya yang kecil, daun bawang menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh Anda. Jadi jangan buang daun bawang yang ada di dalam suatu masakan!

Selasa, 28 Agustus 2012

Narkoba dalam Pandangan Kesehatan


Sebagian besar masyarakat sudah tahu bagaimana dampak buruk narkoba terhadap kesehatan melalui berbagai penyuluhan di berbagai media cetak. Akan tetapi tetap saja ada kasus yang muncul bahkan beberapa tokoh masyarakat pun ikut menjadi korbannya. Padahal sebagian besar pengguna narkoba tahu dampak buruk narkoba baik sebelum menggunakannya maupun setelah kecanduan. Sebagai seorang muslim, jangan sampai kita menghancurkan kehidupan kita di dunia yang hanya sebentar ini dengan narkoba. Sehingga merana di dunia dan di siksa pedih lagi di akhirat. Allah Ta’ala berfirman,
وَلاَ تُلْقُواْ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” [QS. Al-Baqarah: 195]
Dan untuk lebih memudahkan dalam tulisan ini, kami akan membuat seperti semacam ringkasan ringan .
Apa itu narkoba?
  • Narkoba adalah singkatan Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya
  • Istilah lainnya adalah Napza [Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif]. Istilah ini banyak dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi.
  • Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa,mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
  • Narkotika lebih berbahaya dan pemakai narkotika sulit untuk melepaskan ketergantungannya karena:
    1. Memiliki daya adiksi (ketagihan) yang sangat berat
    2. Memiliki daya toleran (penyesuaian)
    3. Memiliki dan daya habitual (kebiasaan) yang sangat tinggi
  • Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Lebih sering digunakan oleh dokter untuk mengobati gangguan jiwa
  • Bahan adiktif lainnya adalah zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan. [UU No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika] bahan ini merupakan bisa mengarahkan atau sebagai jalan adiksi terhadap narkotika.
Macam-macam narkoba
A. Narkotika
1.Narkotika Golongan I
-narkotika yang paling berbahaya dengan daya adiktif yang sangat tinggi
-contohnya: ganja, heroin,kokain, morfin, opium
2. Narkotika Golongan II
-memiliki daya adiktif kuat, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian.
-Contoh: benzetidin, betametadol, petidin dan turunannya
3. Narkotika Golongan III
-memiliki daya adiktif atau potensi ketergantungan ringan dan dapat dipergunakan untuk terapi atau pengobatan dan penelitian.
-contohnya: kodein dan turunannya, metadon, naltrexon dan sebagainya.
B. Psikotropika
1. Golongan I
-daya adiktifnya yang sangat kuat, dilarang digunakan untuk terapi dan hanya untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan
-contohnya: MDMA/ekstasi, LSD dan STP. MDMA / Ecstasy LSD (Lysergic Acid Diethylamide)
2. Golongan II
-daya adiktifnya kuat, akan tetapi berguna untuk pengobatan dan penelitian
-contohnya: amfetamin, metilfenidat atau ritalin.
3. Golongan III
-daya adiksinya sedang dan berguna untuk pengobatan dan penelitian
Contohnya: lumibal, buprenorsina, pentobarbital, Flunitrazepam
4. Golongan IV
-daya adiktifnya ringan serta berguna untuk pengobatan
-contohnya: nitrazepam (BK,mogadon, dumolid), diazepamdan
C. Bahan Adiktif
Contohnya: Rokok, alcohol, thinner, lem kayu, penghapus cair, aseton, cat, bensin dan lain sebagainya.
Dampak narkoba terhadap kesehatan
Pengaruh narkoba secara umum ada tiga:
1. Depresan
-menekan ataumemperlambat fungsi systemsaraf pusat sehingga dapat mengurangi aktivitas fungsional tubuh.
-dapat membuat pemakai merasa tenang, memberikan rasa melambung tinggi, member rasa bahagia dan bahkanmembuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri
2. Stimulan
-merangsang systemsaraf pusat danmeningkatkan kegairahan (segar dan bersemangat) dan kesadaran.
-Obat ini dapat bekerja mengurangi rasa kantuk karena lelah, mengurangi nafsu makan, mempercepat detak jantung, tekanan darah dan pernafasan.
3. Halusinogen
-dapat mengubah rangsangan indera yang jelas serta merubah perasaan dan pikiran sehingga menimbulkan kesan palsu atau halusinasi.
Keluhan umum bagi kesehatan badan:
-Terganggunya fungsi otak
-Daya ingat, menurun
-sulit berkonsentrasi;
-Suka berkhayal;
-Intoksikasi (keracunan)
-Overdosis
-Gejala Putus Zat
-Gangguan perilaku/mental-sosial
Keluhan khusus bagi kesehatan badan:
-berat badan turun drastis
-mata terlihat cekung dan merah
-muka pucat
-bibir kehitam-hitaman
-buang air besar dan kecil kurang lancar
-sakit perut tiba-tiba
-batuk dan pilek berkepanjangan
-sering menguap
-mengaluarkan keringat berlebihan
-Mengalami nyeri kepala
Setiap bahan narkoba mempunyai gejala-gejala khsusus masing-masing:
A. Opiat (heroin, morfin, ganja)
- perasaan senang dan bahagia
- acuh tak acuh (apati)
- malas bergerak
- mengantuk
- rasa mual
- bicara cadel
- pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)
- gangguan perhatian/daya ingat
B. Ganja
- rasa senang dan bahagia
- santai dan lemah
- acuh tak acuh
- mata merah
- nafsu makan meningkat
- mulut kering
- pengendalian diri kurang
- sering menguap/ngantuk
- kurang konsentrasi
- depresi
C. Amfetamin (shabu, ekstasi)
- kewaspadaan meningkat
- bergairah
- rasa senang, bahagia
- pupil mata melebar
- denyut nadi dan tekanan darah meningkat
- sukar tidur/ insomnia
- hilang nafsu makan
D. Kokain
- denyut jantung cepat
- agitasi psikomotor/gelisah
- euforia/rasa gembira berlebihan
- rasa harga diri meningkat
- banyak bicara
- kewaspadaan meningkat
- kejang
- pupil (manik mata) melebar
- tekanan darah meningkat
- berkeringat/rasa dingin
- mual/muntah
- mudah berkelahi
- psikosis
- perdarahan darah otak
- penyumbatan pembuluh darah
- nystagmus horisontal/mata bergerak tak terkendali
- distonia (kekakuan otot leher)
E. Alkohol
- bicara cadel
- jalan sempoyongan
- wajah kemerahan
- banyak bicara
- mudah marah
- gangguan pemusatan perhatian
- nafas bau alkohol
F. Benzodiazepin (pil nipam, BK, mogadon)
- bicara cadel
- jalan sempoyongan
- wajah kemerahan
- banyak bicara
- mudah marah
- gangguan pemusatan perhatian
Gangguan prilaku dan psikologis:
-malas
-sering melupakan tanggung jawab
-jarang mengerjakan tugas-tugas rutinnya
-menunjukan sikap tidak peduli
-menjauh dari keluarga
-mencuri uang di rumah, sekolah, ataupun tempat pekerjaan
-menggadaikan barang-barang berharga di rumah
-sering menyendiri
-menghabiskan waktu ditempat-tempat sepi dan gelap, seperti di kamar tidur, kloset, gudang, atau kamar mandi
-bersikap manipulatif
-sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan
-sering mengalami mimpi buruk
Overdosis (OD) Narkoba:
-Terjadi apabila tubuh mengabsorbsi obat lebih dari ambang batas kemampuannya (lethal doses)
-akibat proses toleransi tubuh terhadap obat yang terjadi terus menerus
-Gejalanya:
1. Penurunan kesadaran
2. Frekuensi pernafasan kurang dari 12 kali per menit
3. Pupil miosis
4. Riwayat pemakaian morfin atau heroin mempunyai ciri yang khas yakni tanda bekas jarum suntik
Dampak tidak langsung narkoba:
-banyak uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan perawatan
-Dikucilkan dalam masyarakat dan pergaulan orang baik-baik dan bersikap anti sosial.
-Keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga yang memakai zat terlarang.
-Kesempatan belajar hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari sekolah atau perguruan tinggi
-Tidak dipercaya lagi oleh orang lain karena umumnya pecandu narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal..
-Bisa dijebloskan ke dalam tembok derita / penjara yang sangat menyiksa lahir batin
Sumber: rangkuman beberapa artikel di situs resmi Badan Narkotika Nasional www.bnn.go.id dan sumber lainnya.

Jumat, 23 Desember 2011

Obat nyeri ulu hati


Nyeri ulu hati adalah gejala yang timbul akibat iritasi lambung. Kadang-kadang rasa nyeri tidak pas benar di ulu hati, tetapi agak bergeser ke kiri. Jika parah, nyeri terasa menusuk hingga ke punggung.
Dalam bahasa medis, nyeri ulu hati sering disebut gastritis atau maag. Penyebabnya beragam. Antara lain makanan atau minuman seperti jeruk, mangga muda, atau kopi. Beberapa jenis obat juga dapat memicu nyeri ulu hati, misalnya ibuprofen, piroksikam, deksametason, dll.
Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi nyeri ulu hati adalah menghindari makanan, minuman, atau obat-obatan yang menjadi pencetus. Jika belum berhasil, maka perlu minum obat. Nyeri ulu hati biasanya membaik dengan minum antasid, ranitidin, atau omeprazol.
Selain dengan obat-obatan, sarapan teratur, rajin berolahraga, mengelola stres, dan aktifitas positif lainnya, dapat membantu meringankan nyeri ulu hati.

obat HIV/AIDS


HIV, atau human immunodeficiency virus, adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS. Virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, yaitu dengan merusak sel CD4 positif (CD4+). Kerusakan sel tersebut akan menyebabkan orang-orang yang terinfeksi HIV rentan mengalami infeksi atau komplikasi oleh penyakit lain.
AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV. Orang yang positif HIV, baru dikatakan AIDS jika mereka mengalami satu atau beberapa infeksi oportunistik misalnya pneumonia atau tuberkulosis (TB), dan jumlah sel CD4+ sangat rendah (kurang dari 200 sel/mm3 darah).
Saat pertama kali penyakit HIV/AIDS menyebar, penderitanya hanya bisa bertahan beberapa tahun. Bahkan dikatakan usia harapan hidup lima tahunnya mendekati 0%. Tetapi saat ini, usia harapan hidup dan kualitas hidup penderita HIV/AIDS jauh lebih baik.
Saat sekarang, sudah ada 31 obat HIV atau ARV (obat antiretroviral). Obat-obat tersebut tidak menyembuhkan penyakit HIV atau AIDS. Tetapi hanya menekan jumlah virus, bahkan sampai pada level yang tidak terdeteksi. Virus HIV sendiri tetap bercokol di dalam tubuh.
Akibat dari turunnya jumlah virus, penderita HIV dapat hidup lebih lama dan kualitas hidup lebih baik. Tetapi perlu diingat, bahwa penderita HIV masih dapat menularkan virusnya dan harus tetap minum obat ARV secara teratur selama hidupnya.
Obat-obat HIV terbagi ke dalam 5 golongan besar yaitu :
  1. Penghambat Reverse Transcriptase (RT). Obat ini mengganggu enzim RT yang berfungsi mengubah materi genetik virus dari RNA menjadi DNA. Contohnya efavirenz, etravirine, nevirapine, abacavir,lamivudine, zidovudine.
  2. Penghambat Protease. Obat jenis ini mengganggu kerja enzim protease yang berfungsi untuk memproduksi partikel virus yang infeksius. Contohnya, atazanavir, darunavir, fosamprenavir, ritonavir.
  3. Penghambat Fusi/Entry. Obat ini menghambat virus masuk ke dalam sel manusia yang menjadi targetnya. Contohnya enfuvirtide dan maraviroc.
  4. Penghambat integrase. Golongan obat ini memblok kerja enzim integrase, yaitu enzim yang mengintegrasikan DNA virus ke DNA manusia. Contohnya raltegravir.
  5. Kombinasi dari obat-obat di atas.

Dextromethorphan (DMP) bukan Narkoba!


Tahukah Anda bahwa obat batuk dapat digunakan untuk mabuk-mabukan. Setidaknya, inilah yang dilakukan oleh sekelompok pecandu narkoba kurang modal. Mereka mengkonsumsi dextromethorphan jauh di atas ambang batas dosis yang diizinkan. Hasilnya, selain 'fly', sel-sel tubuh mereka akan mengalami keracunan hebat.

Aman Dalam Dosis Terapi

Dextromethorphan atau sering disingkat DMP, adalah obat batuk "over the counter" (OTC) yang disetujui penggunaannya pertama kali pada tahun 1958. OTC artinya dapat dibeli secara bebas, tanpa resep. Walaupun demikian, obat ini hanya boleh dijual di toko obat berizin.

Meskipun ada dalam bentuk murni, DMP biasanya berupa sediaan kombinasi. Artinya, dalam satu tablet, selain DMP juga terdapat obat lain seperti parasetamol (antinyeri antidemam), CTM (antihistamin), psuedoefedrin/fenilpropanolamin (dekongestan), atau guafenesin (eskpektoran).

Manfaat utama DMP adalah menekan batuk akibat iritasi tenggorokan dan saluran napas bronkhial, terutama pada kasus batuk pilek.

Obat ini bekerja sentral, yaitu pada pusat batuk di otak. Caranya dengan menaikkan ambang batas rangsang batuk. Sebagai catatan, beberapa obat batuk lain bekerja langsung di saluran napas.

Untuk mengusir batuk, dosis yang dianjurkan adalah 15 mg sampai 30 mg yang diminum 3 kali sehari. Dengan dosis sebesar ini, DMP relatif aman dan efek samping jarang terjadi.

Overdosis Mematikan!

Penyalahgunaan DMP sering terjadi. Penyebabnya, selain murah, obat ini juga relatif mudah didapat. Bentuk penyalahgunaannya antara lain adalah konsumsi dalam dosis besar (berpuluh-puluh butir) atau mengkonsumsinya bersama alkohol atau narkoba.

Pada keadaan overdosis, terjadi berbagai macam efek samping. Terjadi stimulasi ringan pada konsumsi sebesar 100 - 200 mg; euforia dan halusinasi pada dosis 200 - 400 mg; gangguan penglihatan dan hilangnya koordinasi gerak tubuh pada dosis 300 - 600 mg, dan terjadi sedasi disosiatif (perasaan bahwa jiwa dan raga berpisah) pada dosis 500 - 1500 mg.

Gejala lain yang terjadi akibat overdosis DMP adalah bicara kacau, gangguan berjalan, gampang tersinggung, berkeringat, dan bola mata berputar-putar (nistagmus). Penyalahgunaan sediaan kombinasi malah berefek lebih parah. Komplikasi yang timbul dapat berupa peningkatan tekanan darah karena keracunan pseudoefedrin, kerusakan hati karena keracunan parasetamol, gangguan saraf dan sistim kardiovaskuler akibat keracunan CTM. Alkohol atau narkotika lain yang telan bersama DMP dapat meningkatkan efek keracunan dan bahkan menimbulkan kematian. 

Kamis, 25 Agustus 2011

Antibiotik

ANTIBIOTIK Antibiotik berasal dari bahasa
yunani yang terdiri dari Anti
(lawan),Bios (hidup). Antibiotik
adalah Suatu zat kimia yang
dihasilkan oleh bakteri ataupun
jamur yang berkhasiat obat apabila digunakan dalam dosis
tertentu dan berkhasiat
mematikan atau menghambat
pertumbuhan kuman dan
toksisitasnya tidak berbahaya
bagi manusisa. Faktor Yang Perlu
Dipertimbangkan Dalam
Penggunaan Antibiotika Harus mempertimbangkan
faktor-faktor : · Gambaran klinis adanya infeksi
yang diderita · Faktor sensitivitas bakteri
terhadap antibiotik · Fungsi ginjal dan hati pasien · Biaya pengobatan Antibiotika Kombinasi diberikan
apabila pasien : v Pengobatan infeksi campuran v Pengobatan pada infeksi berat
yang belum jelas penyebabnya v Efek sinergis v Memperlambat resistensi Mekanisme Kerja Antibiotika yang
bekerja pada sel tubuh manusia
terdiri dari Menekan sintesis
protein (Misal : kloramfenikol,
tetrasiklin, aminoglikosida,
makrolida, linkomisin). Bekerja pada dinding sel (Misal : Penisilin,
sefalosporin, sikloserin, basitrasin
& vankomisin).Bekerja pada
membran sel(Misal : Polimiksin) Berdasarkan kemampuannya
membunuh mikroba Antibiotik
dibagi menjadi dua yaitu ;
Bersifat bakterisid (Misal :
penisilin, sefalosporin,
aminoglikosida, polipeptida). Bersifat bakteriostatik (Misal :
tetrasiklin, kloramfenikol,
eritromisin, sulfonamida) Aktivitas
dari antibiotika dinyatakan dalam
mg. Kecuali zat yang belum dapat
diperoleh 100% murni dan terdiri dari beberapa campuran zat
(misal Nistatin,polimiksin B,
basitrasi Þ IU (International Unit))
. Penggolongan Antibiotika Penisilin
Sefalosporin
Aminoglikosida
Tetrasiklin
Sulfanilamida
Kuinolon Makrolida
Linkomisin
Polipeptida
Kloramfenikol
Antibiotik lainnya 1.Gol. b-laktam A. Penisilin Dihasilkan oleh fungi Penicillinum
chrysognum.Memiliki cincin b-
laktam yang diinaktifkan oleh
enzim b-laktamase bakteri.Aktif
terutama pada bakteri gram (+)
dan beberapa gram (-)Contoh : amoksisilin, ampisilin.Untk
meningkatkan ketahanan thp b-
laktamase Þ penambahan
senyawa untuk memblokir &
menginaktivasi b-laktamase.
Misal :Amoksisilin + asam klavulanat,Ampisilin +
sulbaktam,Piperasilin +
tazobaktam. Efek samping : reaksi alergi
Þsyok anafilaksis Þ
kematian,Gangguan lambung &
usus.Pada dosis amat tinggi
dapat menimbulkan reaksi
nefrotoksik dan neurotoksik.Aman bagi wanita
hamil & menyusui B. Sefalosporin Dihasilkan oleh jamur
Cephalosporium
acremonium.Spektrum kerjanya
luas meliputi bakteri gram positif
dan negatif termasuk E.coli,
Klebsiella dan Proteus. Penggolongan sefalosporin
berdasarkan aktivitas &
resistensinya terhadap b-
laktamase Generasi I Þ aktif pada bakteri
gram positif. Pada umumnya
tidak tahan pada b laktamase.
Misal : sefalotin, sefazolin,
sefradin, sefaleksin, sefadroksil.
Digunakan secara oral pada infeksi sal. kemih ringan, infeksi
sal. pernafasan yang tidak serius Generasi II Þ lebih aktif terhadap
kuman gram negatif. Lebih kuat
terhadap blaktamase. Misal :
sefaklor, sefamandol,
sefmetazol,sefuroksim Generasi III Þ lebih aktif terhadap
bakteri gram negatif , meliputi P.
aeruginosa dan bacteroides.
Misal : sefoperazone, sefotaksim,
seftizoksim, sefotiam,
sefiksim.Digunakan secara parenteral,pilihan pertama untuk
sifilis Generasi IV Þ Sangat resisten
terhadap laktamase. Misal:
sefpirome dan sefepim c. Monobaktam Dihasilkan oleh Chromobacterium
violaceum Bersifat bakterisid,
dengan mekanisme yang sama
dengan gol. b-laktam
lainnya.Bekerja khusus pada
kuman gram negatif aerob misal Pseudomonas, H.influenza yang
resisten terhadap penisilinase
Contoh : aztreonam 3. Aminoglikosida Dihasilkan oleh fungi
Streptomyces &
micromonospora.Mekanisme
kerjanya : bakterisid,
berpenetrasi pada dinding
bakteri dan mengikatkan diri pada ribosom dalam sel Contoh :
streptomisin, kanamisin,
gentamisin, amikasin, neomisin Penggunaan Aminoglikosida
Streptomisin & kanamisin Þ
injeksi pada TBC juga pada
endocarditis,Gentamisin, amikasin
bersama dengan penisilin pada
infeksi dengan Pseudomonas,Gentamisin,
tobramisin, neomisin juga sering
diberikan secara topikal sebagai
salep atau tetes mata/
telinga,Efek samping : kerusakan
pada organ pendengar dan keseimbangan serta nefrotoksik. 4. Tetrasiklin Diperoleh dari Streptomyces
aureofaciens & Streptomyces
rimosus Meliputi : tetrasiklin,
oksitetrasiklin, doksisiklin dan
minosiklin (long acting)
Khasiatnya bersifat bakteriostatik , pada pemberian
iv dapat dicapai kadar plasma
yang bersifat bakterisid
lemah.Mekanisme kerja :
mengganggu sintesis protein
kuman Spektrum kerjanya luas kecuali thp Psudomonas &
Proteus. Juga aktif thp
Chlamydia trachomatis (penyebab
penyakit mata), leptospirae,
beberapa protozoa.
Penggunaan : infeksi saluran nafas, paru-paru, saluran kemih,
kulit dan mata. Namun dibatasi
karena resistensinya dan efek
sampingnya selama kehamilan &
pada anak kecil. 5. sulfonamida Merupakan antibiotika spektrum
luas terhadap bakteri gram
positrif dan negatif. Bersifat
bakteriostatik. Mekanisme kerja :
mencegah sintesis asam folat
dalam bakteri yang dibutuhkan oleh bakteri untuk membentuk
DNA dan RNA bakteri. Kombinasi
sulfonamida : trisulfa (sulfadiazin,
sulfamerazin dan sulfamezatin
dengan perbandingan sama)
,Kotrimoksazol (sulfametoksazol + trimetoprim dengan
perbandingan 5:1),Sulfadoksin +
pirimetamin. Penggunaan è Infeksi saluran kemih :
kotrimoksazol è Infeksi mata : sulfasetamid è Radang usus : sulfasalazin è Malaria tropikana : fansidar è Mencegah infeksi pada luka
bakar : silver sulfadiazin è Tifus : kotrimoksazol è Radang paru-paru pada pasien
AIDS : kotrimoxazol Sebaiknya tidak digunakan pada
kehamilan teruama trimeseter
akhir Þ icterus, hiperbilirubinemia 6. KUINOLON Berkhasiat bakterisid pada fase
pertumbuhan kuman, dgn
menghambat enzim DNA gyrase
bakteri sehingga menghambat
sintesa DNA. Penggolongan : Generasi I Þ asam nalidiksat dan
pipemidat digunakan pada ISK
tanpa komplikasi Generasi II Þ
senyawa fluorkuinolon misal
siprofloksasin, norfloksasin,
pefloksasin,ofloksasin.Spektrum kerja lebih luas, dan dpt
digunakan u/ infeksi sistemik lain. Zat-zat long acting Þ misal
sparfloksasin, trovafloksasin dan
grepafloksasin.Spektrum kerja
sangat luas dan meliputi gram
positif. 7. Makrolida Meliputi : eritromisin,
klaritromisin, roxitromisin,
azitromisin, diritromisin serta
spiramisin Bersifat
bakteriostatik.Mekanisme kerja :
pengikatan reversibel pada ribosom kuman, sehingga
mengganggu sintesis
protein.Penggunaan : merupakan
pilihan pertama pada infeksi
paru-paru 8. Linkomisin Dihasilkan oleh : Streptomyces
lincolnensis Sifatnya :
bakteriostatis Meliputi : linkomisin
dan klindamisin. Spektrum kerja
lebih sempit dari makrolida
terutama thp gram positif dan anaerob.Penggunaan : aktif
terhadap Propionibacter acnes
shg digunakan secara topikal
pada acne 9. Polipeptida Berasal dari Bacillus
polymixa.Bersifat bakterisid
berdasarkan kemampuannya
melekatkan diri pada membran
sel bakteri sehingga
permeabilitas meningkat & akhirnya sel meletus.Meliputi :
Polimiksin B dan polimiksin E
(colistin), basitrasin dan
gramisidin.Spektrumnya sempit,
polimiksin hanya aktif terhadap
bakteri gram negatif. Sebaliknya Basitrasin dan gramisidin aktif
thp kuman gram
positif.Penggunaan : Karena
sangat toksis pada ginjal dan
organ pendengaran, maka
penggunaan secara sistemik sudah digantikan, lebih banyak
digunakan sebagai sediaan
topikal (sebagai tetes telinga
yang berisi polimiksin sulfat,
neomisin sulfat, salep mata/tetes
mata yang berisi basitrasin, neomisin 10. Antibiotika Lainnya KLORAMFENIKOL Bersifat bakteriostatik thp
Enterobacter & S. aureus
berdasarkan perintangan sintesis
polipeptida kuman Bersifat
bakterisid thp S. pneumoniae, N.
meningitidis & H. influenzaePenggunaannya secara
oral, sejak thn 1970-an dilarang
di negara barat karena
menyebabkan anemia aplastis.
Sehingga hanya dianjurkan pada
infeksi tifus (salmonella typhi) dan meningitis (khusus akibat H.
influenzae)Juga digunakan
sebagai salep 3% tetes/salep
mata 0,25-1%.Turunannya yaitu
tiamfenikol. Vankomisin Dihasikan oleh Streptomyces
orientalis.Bersifat bakterisid thp
kuman gram positif aerob dan
anaerob.Merupakan antibiotik
terakhir jika obat-obat lain tidak
ampuh lagi

Selasa, 09 Agustus 2011

OBAT PENEKAN SUSUNAN SARAF PUSAT

OBAT
PENEKAN
SUSUNAN
SARAF
PUSAT •
0bat yang bekerja langsung pada sistem susunan saraf pusat
• SUSUNAN SARAF PUSAT
• Susunan saraf pusat berkaitan
dengan sistem saraf manusia yang merupakan suatu jaringan saraf yang kompleks, sangat khusus dan saling berhubungan satu dengan yang lain. Fungsi sistem saraf antara lain : mengkoordinasi, menafsirkan dan mengontrol interaksi antara individu dengan lingkungan sekitarnya.
• SUSUNAN SARAF PUSAT
• OTAK DEPAN
• Kortek serebrum
Ø Untuk menentukan perilaku yang bertujuan dan beralasan
Ø lobus frontalis : pusat berfikir, berperilaku, penentuan keputusan
Ø lobus parietalis : pusat pendengaran dan perabaan
Ø lobus oksipitalis : pusat asosiasi visual
Ø lobus temporalis : pusat auditorik
• Diencefalon
Ø Thalamus : menerima semua informasi sensorik
Ø Hipothalamus : Endokrin, mengarahkan informasi mengenai suhu, rasa lapar, aktivitas susunan saraf otonom,status emosi
• BATANG OTAK
Ø terdiri dari : pons, medula oblongata, mesensefalon
Ø terdapat neuron-neuron yang mengatur fungsi sistem kardiovaskuler dan respirasi
• SEREBELUM
Ø Membantu mempertahankan keseimbangan dan bertanggung jawab bagi respon otak
• OTAK BESAR
• OTAK BESAR
• OTAK BESAR
• OTAK BESAR
• POTONGAN SAGITAL OTAK • Obat penekan susunan saraf pusat
Ø Sedatif-hipnotik
Ø Anestesik umum dan lokal
Ø Analgesik
Ø Analgesik narkotik
Ø Antikonvulsi Ø Antipsikotik
Ø Anti depresan
• 1. SEDATIF - HIPNOTIK
• Obat yang dapat mengakibatkan hilangnya respon fisik dan mental namun tidak mempengaruhi kesadaran
• Obat yang mengurangi ketegangan dan kecemasan ( ansietas )
• Macam sedatif hipnotik : Barbiturat, benzodiazepin, piperidinedione
• Masa kerja hipnotik :
Masa kerja singkat
Masa kerja sedang
• BARBITURAT
• Pertama kali diperkenalkan pada awal 1900-an
• Klasifikasi :
Ø Masa kerja panjang, meliputi : fenobarbital, mefobarbital, dan metarbital yang dipakai untuk mengandalikan kejang pada epilepsi.
Ø Masa kerja sedang, meliputi : amobarbital ( amytal ), aprobarbital ( alurate ), butabarbital ( butisol ) dipakai untuk mempertahankan tidur dalam waktu yang lama.
Ø Masa kerja cepat, meliputi : sekobarbital (seconal), pentobarbital (nembutal), dipakai untuk obat tidur.
Ø Masa kerja sangat singkat, meliputi :natrium tiopental (penthotal), yang dipakai untuk anestesi umum.
• Dalam penggunasnnya, barbiturat harus dibatasi karena karena banyak efek samping.
• Indikasi
Untuk mengobati insomnia,sedasi, medikasi pra bedah.
• Kontra indikasi
depresi pernafasan, penyakit hati yang berat, kehamilan
• Efek samping
letih, mengantuk, hang over, pusing, mual, muntah,diare.
• Reaksi yang merugikan
depresi pernafasan, ketergantungan obat, dan toleransi.
• Farmakokinetik
absorbsi P.O : 90%
ditribusi : PP 35 - 45%
metabolisme : t½: 4 jam (tahap I), 30-50 jam (tahap II)
eliminasi : urin sebagai metabolit
• BENZODIAZEPIN
• Sedatif-hipotonik yang menimbulkan tidur
• Mengakibatkan mimpi buruk dan mimpi yang tidak jelas.
• Meliputi : flurazepam (dalmane) , temazepam, triazora.
• Indikasi : insomnia
• Kontra indikasi : kehamilan, hipersensitifitas terhadap benzodiazepin.
• Efek samping : hangover, sakit kepala, mengantuk, mual, muntah, diare, bingung, depresi mental.
• Farmakokinetik
absorbsi : P.O : F&T diabsorbsi dengan baik.
distribusi : PP (F)=97%, T=96%
metabolisme : t½ : F 2-3 jam, T =10-20 jam
eliminasi :ginjal sebagai metabolik aktif
• Farmakodinamik
F =mula:15-45 menit, P=30-60 menit, L=7-10 jam
T=mula:30 menit, P=2-3 jam, L=10-18 jam • Piperidinedione
• Peertama kali diperkenalkan pada tahun 1950-an, berupa glutetimid, metiprilon, yang mempunyai efek seperti barbiturat dengan masa kerja singkat.
• Dipasarkan sebagai non adiktif
• Dapat menimbulkan reaksi merugikan yang serius
• Sudah jarang dipakai
• Piperidinedione
• Kloral hidrat
• Etklorvinol (placydil), kloral hidrat, paral dehid
• Efektif pada lansia
• Hati-hati pada penderita gangguan hati berat
• Iritasi lambung sering terjadi
• 2. Anestetik
• Anestesi umum dan lokal
• Mengurangi nyeri, menyebabkan hilangnya kesadaran
• anestesi seimbang, suatu kombinasi obat-obatan yang sering dipakai dalam anestesi umum, meliputi :
Hipnotik diberikan semalam sebelumnya
Premedikasi
Barbiturat dengan masa kerja singklat, seperti natrium tiopenal
Has inhalan, seperti nitrous oksida dan oksigen
Pelemas otot jika diperlukan • Anestesi lokal
• Anaestesi lokal menghilangkan sakit pada tempat dimana obat diberikan, dan kesadaran tetap dipertahankan, pertama kali menggunakan kokain hidroklorida
• Sekarang menggunakan lidokain hirdroklorida yang mempunyai kerja cepat dan masa
kerja lama, lebih stabil dalam larutan, lebih sedikit menimbulkan
reaksi hipersensitifitas dari pada prokain.
• 3. Analgesik narkotik dan non narkotik
• Diresepkan untuk meredakan nyeri, nyeri yang ringan sampai sedang dari otot rangka dan sendi seringkali diredakan dengan analgesik nonnarkotik. Nyeri yang sedang sampai berat pada otot polos, organ dan lainnya biasanya menggunakan analgesik narkotik
• Kasifikasi dan jenis nyeri :
Nyeri akut, yang dapat ringan sedang atau berat
Nyeri kronik
Nyeri superfisial
Nyeri somatik (tulang, otot rangaka, dan sendi)
Nyeri viseral (nyeri dalam)
• Analgesik nonnarkotik.
• Salisilat dan obat antiinflamasi nonsteroid
v Aspirin (ASA) adalah suatu salisilat analgesik nonnarkotik tertua yang masih dipakai
v Aspirin dijual bebas, contoh :buferin ecotrin, anacin yang mengandung kafein, dan alka seltzer.
v Efek utama : meredakan nyeri, antipiretik
v Kontra indikasi :anak yang mengalami demam, usia>12 tahun
v Efek samping: iritasi pada lambung
v P.O. :325-650 mg, 3x sehari (sakit kepala, pegal, nyeri otot). 1 gram 4-6x/hari (untuk inflmasi)
• Asetaminoven
• Dijual bebas umumnya dipakai untuk analgesik dan antipiretik pada semua usia
• Jenis : Tylenol, tempra, panadol, datril
• Kontraindikasi :penyakit hati / ginjal yang berat
• Efek samping : anoreksia, muntah diaforesis
• Reaksi yang merugikan: hipoglikemia berat, perdarahan, oligouria, anemia hemolitik, lekopenia.
• Dosis : P.O. : 325-650 mg 4x sehari
• Pemakaian dalam jangka waktu yang lama kan menimbulkan nekrosis hati
• Farmako dinamik : asetamenoven menghambat sintesis prostaglandin yang mengurangi rasa nyeri, efektif untuk mengurangi rasa nyeri sedang dab ringan.
• Asetamenoven diabsorbsi baik oleh gastro interstinal, karena waktu paruh yang pendek asetaminoven dapat diberikan setiap 4 jam sekali, dengan dosis max.2,5-4g/hari.
• Dosis tinggi dapat menjadi toksik bagi sel-sel hati
• Meperidin (Demerol)
• Mempunyai kerja yang lebih singkat dari pada morfin.
• Dapat diberikan peroral, intramuskular, dan intravena, dan merupakan narkotik yang paling banyak dipakai untuk meredakan nyeri pascapembedahan.
• Farmakokinetik : biasa diberikan intramuskular untuk nyeri pascabedah karena diabsorbsi lebih cepat dari pada peroral, diekskresikan dalam urine,t½ sedang dan dapat diberikan beberapa kali perhari.
• Meperidin (Demerol)
• Meperidin (Demerol)
• Meperidin (Demerol)
• Farmakodinamik : tidak boleh dipakai bersama alkohol, atau hipnotik-sedatif karena dapat mengakibatkan depresi SSP aditif.
• Indikasi : meredakan nyeri sedang sampai berat.
• Kontraindikasi : alkoholisme, trauma kepala, peningkatan TIK, penyakit hati, ginjal hati dan paru.
• Efek samping : mual, muntah, konstipasi, hipotensi, bradikardi, sedasi, kekacauan mental.
• Reaksi yang merugikan : distres pernafasan, hipotensi berat, ketergantungan.
• Dosis :P.O.,IM :50-100mg, setiap 3-4 jam jika perlu.
• Pentazosin (Talwin)
• Indiaksi : untuk nyeri sedang dan berat.
• Kontra indikasi : alkoholisme, trauma kepala, penyakit hati, ginjal,paru yang berat.
• Farmakokinetik : P.O diabsorbsi dengan baik,PP=60%, metabolisme :t½ 2-3 jam, eliminasi :ginjal, sebagian dieliminasi tanpa perubahan.
• Efek samping : pusing, euforia, mual, muntah, sakit kepla, konstipasi, sedasi, kekacauan mental
• Pentazosin (Talwin)
• Pentazosin (Talwin)
• Antikonvulsi (anti epilepsi)
• Obat yang digunakan untuk epilepsi
• Bekerja menekan impuls listrik abnormal dari pusat serangan kejang kedaerah korteks lainnya, sehingga mencegah serangan kejang, namun tidak menghilangkan penyebab serangan kejang.
• Jenis antikonvulsi
Ø Hidantoin
Ø Barbiturat
Ø Suksinimid
Ø Oksazolidon / oksazolidindion Ø Benzodiazepin
Ø Iminostilben
Ø valproat
• ANTIPSIKOTIK, ANTIANSIETAS DAN ANTIDEPRESI
• ANTIPSIKOTIK
• Merupakan kelompak obat terbesar yang dipakai untuk mengobati gangguan mental.
• Antipsikotik dapat diklasifikasikan menjadi 2 kelompok :
fenotiazin
nonfenotiazin
• Fenotiazin
Fenotiazin Alifatik
Obat yang termasuk alifatif adalah klorpromazin (thorazin)
Ø Indikasi : mengobati psikosis, (mania, skizoprenia), cegukan yang tidak mau berhenti.
Ø Kontra indikasi : gangguan hati,
penyakit koroner, insufisiensi cerebral, hipotensi berat.
Ø Dosis : 25 mg, max 1000mg / hari
Ø Farmakokinetik :
• Absoebsi oral bervariasi
• Berikatan dengan protein sangat kuat
• t½ : 30 jam
• Diekskresikan sebagai metabolit dalam urin.
Ø Efek samping : sedasi, EPS, hipotensi, konstipasi, sakit kepala, retensi urine, mulut dan mata kering.
Ø Farmakodinamik : mula kerja P.O, IM, IV, adalah sama, preparat sustained-release
memperpanjang masa kerja menjadi 10-12 jam.
2. Fenotiazin Piperazin
oabat yang termasuk piperazin salah satunya adalah : proklorperazine (compazine)
Ø Indikasi : mengobati mual, muntah, pemakaian sekunder adalah untuk psikosis.
Ø Kontraindikasi :
• Fenotiazin piperazin
Ø Obat yang termasuk piperazin salah satunya adalah : proklorperazine (compazine)
Ø Indikasi : mengobati mual dan muntah, pemakaian sekunder adalah untuk psikosis.
Ø Kontraindikasi : penyakit kardiovaskuler, gangguan hati yang berat, depresi su-sum tulang belakang, glaukoma sudut sempit, serangan kejang.
Ø Farmakokinetik : absorbsi oral bervariasi, diekskresikan sebagai metabolit dalam urin.
Ø Farmakodinamik :
• Mula kerja : Oral, IM, IV sama.
• Preparat SR memeperopanjang
lama kerja menjadi 10-12 jam.
Ø Dosis : dewasa : P.O : IM 5 mg tidak melebihi 40 mg perhari.
• Fenotiazin preparadin
Ø Mempunyai : efek sedatif yang kuat, tidak mempunyai efek anti emetik.
Ø Obat yang termasuk pipwradin adalah :
• Tioridazin (mellaril), Dosis dewasa : P.O=50-100mg
• Mezoridazin besilat (serentil), Dosis dewasa : P.O : 50 mg
• Non fenotiazin
Ø Nonfenotiazin yang sering diresepka adalah butirofenon haloperidol (haldol)
Ø Indikasi : mengobati psikosi akut dan kronik.
Ø Kontra indikasi : glaukoma sudut sempit, penyakit hati, kardiovaskuler yang berat, depresi sum-sum tulang belakang.
Ø Dosis : dewasa : P.O = 1,5 mg
Ø Efek samping : sedasi, EPS, fotosensitifitas, ruam kulit, mulut kering, penglihatan kabur, dan retensi urin.
• 2. Ansiolitik
Ø Merupakan obat ansietas yang disebut juga sebagai agen sedatif-hipnotik
Ø Kelompok dari ansiolitik adalah benzodiazepin (kelompok transquilizer)
• Benzodiazepin
Meliputi :
Ø Klordiazepoksid (librium)
Ø Diazepam (valium)
Ø Klorazepat Dipotasium Ø Oksazepam (serax)
Ø Lorazepam (Ativan)
Ø Halazepam (paxipam)
Ø Alprazolam (xanax)
Ø Prazepam (Centlax)
Ø Indikasi : benzodiazepin merupakan banyak kegunaan, seperti antikonvulsi, antihipertensi, sedatif-hipotonik, obat-obat preoperasi, dan antiansietas.
Ø Kontraindikasi : kehamilan
Ø Efek samping : efek sedasi, pusing, sakit kepala, mulut kering, penglihatan kabur, konstipasi, kadang-kadang inkontinensia urine.
Ø Dosis : sesuai jenis obat, dosis tidak sama.
• Antidepresi
Antidepresi Trisiklik (ATS)
Ø Nertriptilin (Aventyl) termasuk dalam kelompok trisiklik.
Ø ATS menghambat pengambilan neuro transmiter norepinefrin dan seronin dalam otak.
Ø Indikasi : mengobati berbagai bentuk depresi
Ø Kontra indikasi : serangan kejang, glaukoma sudut sempit, hipertrofi prostat.
Ø Dosis: dewasa : P.O=25 mg- 100mg/hari, t½=18-28 jam,diekskresikan melalui urin.
Ø Efek samping : sedasi, mengantuk, hipertensi, mulut dan
mata kering, penglihatan kabur, retensi urin, konstipasi, EPS.
2. Antidepresi generasi kedua.
Ø Jenis : Amoksapin (A) (Asendin)
Ø Indikasi : mengobati depresi yang disertai ansietas
Ø Kontra indikasi : serangan kejang, glaukoma sudut sempit, depresi berat dengan kecenderungan bunuh diri, penyakit hati berat.
Ø Dosis : dewasa P.O : 50mg, naikkan dosis bertahap samapai